Tukang Nggame - Ramalan Prediksi Gurita Paul - Spanyol tidak ingin hanya mencapai semifinal Piala Dunia. Tinta emas ingin digoreskan Xavi Hernandez dkk untuk membawa pulang trofi paling membanggakan dalam khazanah sepakbola sejagat. Untuk mencapai partai puncak terlebih dahulu, “Tim Matador” harus mampu menundukkan Jerman dalam laga semifinal di Stadion Moses Mabhide, Durban, Kamis (8/7) dini hari WIB.
Prediksi Gurita Jerman dengan kekuatan mudanya juga mengumbar berambisi setinggi langit. Dan pertemuan antara pemegang gelar juara Eropa dan kampiun Piala Dunia tiga kali itu akan sangat tergantung dari ketajaman lini depannya. Kebetulan kedua tim memiliki dua striker paling impresif. Spanyol punya David Villa, sedangkan Jerman dengan Miroslav Klose.
Villa memimpin daftar top skorer sementara dengan raihan lima gol. Klose swudah mengolksi empat gol dan hanya membutuhkan sebuah lagi untuk menyamai rekor pemain tersubur di Piala Dunia atas nama Ronaldo (Brasil) yang membukukan 15 gol. Partner Villa, Fernando Torres belum menemukan sentuhan terbaiknya. Sedangkan rekan Klose, Thomas Muller, harus menjalani suspensi. Jadilah Villa dan Klose paling diandalkan masing-masing tim untuk merobek jala gawang.
Villa menyabet “Sepatu Emas” di Euro 2008 meski tidak tampil di partai final melawan Jerman akibat cedera. Penyerang berusia 28 tahun yang baru saja dibeli Barcelona itu tinggal membutuhkan satu gol lagi untuk menyamai rekor Raul Gonzalez sebagai pemain Spanyol tersubur dengan 44 gol. Sepertinya rekor itu tinggal menunggu waktu untuk dilampaui.
Spanyol sangat bergantung pada Villa. Buktinya hanya satu gol yang tidak dihasilkan olehnya—dari total enam gol milik Spanyol di PD 2010. Sedangkan kontribusi Jerman lebih merata. Die Mannschaft sudah mengemas 13 gol sejauh ini. Klose lebih berpengalaman. Empat tahun lalu, ketika Piala Dunia digelar di negerinya, Klose menyabet pemain paling produktif dengan torehan lima gol.
Sulit membanding-bandingkan keduanya. Pelatih Timnas Jerman Joachim Loew punya komentar objektif mengenai hal itu. “Keduanya punya kemampuan penyelesaian akhir mengagumkan,” katanya.
Pertemuan Spanyol versus Jerman secara umum akan menyajikan dua karakter bermain berbeda. Tapi di sinilah letak keasyikannya untuk disaksikan. Spanyol mengandalkan umpan-umpan pendek dengan presisi tinggi dan gemar memainkan ball possession. Jerman punya tinggkat efektivitas tinggi dalam melancarkan serangan full-power ke jantung pertahana lawan dan rajin melepaskan bola diagonal yang menyayat.
Pemenangnya? Kita lihat saja di atas lapangan. Yang pasti jika menang Jerman akan menggoreskan rekor berlaga delapan kali di final Piala Dunia, sedangkan Spanyol untuk pertama kalinya. Akankah Villa dan Klose menjadi penentu kemenangan? Atau justru Torres yang mencetak gol tunggal Spanyol ke gawang Jerman dua tahun lalu di Vienna, Austria? Atau Lukas Podolski?
Prediksi Gurita Jerman dengan kekuatan mudanya juga mengumbar berambisi setinggi langit. Dan pertemuan antara pemegang gelar juara Eropa dan kampiun Piala Dunia tiga kali itu akan sangat tergantung dari ketajaman lini depannya. Kebetulan kedua tim memiliki dua striker paling impresif. Spanyol punya David Villa, sedangkan Jerman dengan Miroslav Klose.
Villa memimpin daftar top skorer sementara dengan raihan lima gol. Klose swudah mengolksi empat gol dan hanya membutuhkan sebuah lagi untuk menyamai rekor pemain tersubur di Piala Dunia atas nama Ronaldo (Brasil) yang membukukan 15 gol. Partner Villa, Fernando Torres belum menemukan sentuhan terbaiknya. Sedangkan rekan Klose, Thomas Muller, harus menjalani suspensi. Jadilah Villa dan Klose paling diandalkan masing-masing tim untuk merobek jala gawang.
Villa menyabet “Sepatu Emas” di Euro 2008 meski tidak tampil di partai final melawan Jerman akibat cedera. Penyerang berusia 28 tahun yang baru saja dibeli Barcelona itu tinggal membutuhkan satu gol lagi untuk menyamai rekor Raul Gonzalez sebagai pemain Spanyol tersubur dengan 44 gol. Sepertinya rekor itu tinggal menunggu waktu untuk dilampaui.
Spanyol sangat bergantung pada Villa. Buktinya hanya satu gol yang tidak dihasilkan olehnya—dari total enam gol milik Spanyol di PD 2010. Sedangkan kontribusi Jerman lebih merata. Die Mannschaft sudah mengemas 13 gol sejauh ini. Klose lebih berpengalaman. Empat tahun lalu, ketika Piala Dunia digelar di negerinya, Klose menyabet pemain paling produktif dengan torehan lima gol.
Sulit membanding-bandingkan keduanya. Pelatih Timnas Jerman Joachim Loew punya komentar objektif mengenai hal itu. “Keduanya punya kemampuan penyelesaian akhir mengagumkan,” katanya.
Pertemuan Spanyol versus Jerman secara umum akan menyajikan dua karakter bermain berbeda. Tapi di sinilah letak keasyikannya untuk disaksikan. Spanyol mengandalkan umpan-umpan pendek dengan presisi tinggi dan gemar memainkan ball possession. Jerman punya tinggkat efektivitas tinggi dalam melancarkan serangan full-power ke jantung pertahana lawan dan rajin melepaskan bola diagonal yang menyayat.
Pemenangnya? Kita lihat saja di atas lapangan. Yang pasti jika menang Jerman akan menggoreskan rekor berlaga delapan kali di final Piala Dunia, sedangkan Spanyol untuk pertama kalinya. Akankah Villa dan Klose menjadi penentu kemenangan? Atau justru Torres yang mencetak gol tunggal Spanyol ke gawang Jerman dua tahun lalu di Vienna, Austria? Atau Lukas Podolski?